Ahsanta Web

logo ahsantaweb online
Y.M. Maria Terezinha da Silva Viegas — Biografi Resmi
Y.M. Dubes Maria Terezinha da Silva Viegas — foto resmi 2026
🇹🇱   🇯🇵
Biografi Resmi · 2026

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh

Maria
Terezinha
da Silva
Viegas

Republik Demokratik Timor-Leste
untuk Jepang · Tokyo

Lahir 3 Oktober 1964 — Orlalan, Laclubar

Laclubar · Dili · Tokyo

Ada sesuatu yang tidak pernah berubah dari Maria Terezinha da Silva Viegas sejak ia masih belia di perbukitan Laclubar: keyakinan teguh bahwa tanah air selalu layak diperjuangkan — dengan cara apa pun yang dimiliki, dari tangan yang kotor tanah hingga kata-kata di ruang sidang internasional.

Asal-Usul

Perempuan dari
Perbukitan Laclubar

Maria Terezinha da Silva Viegas lahir pada 3 Oktober 1964 di Orlalan, sebuah kampung di pedalaman Laclubar. Di sana, pagi-pagi beruap dingin turun dari perbukitan, dan kehidupan berjalan mengikuti ritme tanah — bukan jadwal kota. Ia tumbuh dalam keluarga yang bersahaja, namun percaya bahwa martabat dijaga bukan dengan harta, melainkan dengan cara seseorang berdiri. Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuknya: perempuan yang tenang di luar, namun tidak mudah digoyahkan.

Saat memilih bidang studinya, ia mengambil Agronomi — ilmu tentang tanah, tentang bagaimana sesuatu tumbuh dari akar yang dirawat. Pilihan itu terasa seperti perpanjangan dari apa yang ia pelajari di kampung halamannya: bahwa tidak ada yang berubah secara bermakna kecuali dimulai dari yang paling dasar. Cara berpikir itu tidak pernah benar-benar ia tinggalkan, bahkan jauh setelah ia meninggalkan ladang menuju ruang-ruang kekuasaan.

Warisan Konstitusional

Terezinha adalah salah satu arsitek di balik lahirnya Pasal 17 Konstitusi Timor-Leste — ketentuan yang menjamin kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di hadapan hukum. Ia bertugas sebagai Sekretaris Komisi Legislatif Dewan Nasional ETTA pada 2001, salah satu dari tiga belas perempuan yang membentuk lembaga bersejarah itu. Pasal itu akan ada lama setelah semua jabatan yang pernah ia emban berlalu.

Dubes Viegas bersama PM Jepang Sanae Takaichi, Forum Dubes Perempuan, Tokyo, Januari 2026

Forum Duta Besar Perempuan bersama PM Sanae Takaichi, Tokyo, Januari 2026

Masa Perlawanan

Diam-Diam di Garis Depan

Selama bertahun-tahun pendudukan, Terezinha menjalani keseharian di Dili seperti perempuan kebanyakan — bekerja, bergerak, tidak menarik perhatian. Namun di balik kewajaran itu, ia diam-diam menjadi bagian dari jaringan perlawanan bawah tanah: menyampaikan surat, meneruskan informasi, mengalirkan perlengkapan ke para pejuang di pegunungan. Risikonya nyata. Namun ia memilih untuk tidak mundur.

Dari jaringan itu ia mengenal António João Gomes da Costa, komandan bersenjata dengan nama sandi Mahuno. Ketika António ditangkap pada April 1993, hubungan mereka tidak putus. Tiga tahun kemudian, mereka menikah di Dare — saat suaminya masih di balik jeruji. Pernikahan yang bukan tentang waktu yang tepat, melainkan tentang arah yang sama.

Pengabdian Legislatif

Enam Periode,
Satu Benang Merah

Kemerdekaan Timor-Leste pada 2002 tidak serta-merta berarti perjuangan selesai. Perjuangan itu hanya berganti bentuk — dari senjata menjadi kata-kata, dari hutan menjadi ruang sidang. Maria Terezinha memahami perpindahan itu lebih cepat dari banyak orang, dan ia tidak menunggu giliran untuk bicara.

Ia dipilih dalam enam periode legislatif berturut-turut — sebuah rekam jejak yang sangat langka dalam sejarah politik Timor-Leste. Bukan karena ia selalu yang paling vokal, melainkan karena ia selalu hadir, selalu dapat diandalkan, dan selalu tahu apa yang sedang dibutuhkan bangsa mudanya. Dari Dewan Nasional ETTA yang menyusun Konstitusi hingga kursi Wakil Presiden Parlemen Nasional, benang merahnya tidak pernah berubah: kerja, bukan gemerlap.

2001
Sekretaris Komisi Legislatif, Dewan Nasional ETTA
Satu dari tiga belas perempuan di lembaga transisi pasca-pendudukan. Ikut menyusun Konstitusi pertama Timor-Leste — jabatan paling bersejarah dalam kelahiran bangsa. Pasal 17 tentang kesetaraan gender adalah bagian dari warisannya.
2002–2023
Anggota Parlemen Nasional — Enam Periode
Terpilih tanpa jeda sejak Parlemen Nasional pertama terbentuk. Konsistensi itu berbicara lebih keras dari jabatan mana pun: rakyat terus memberikan mandat, dan ia terus menanggungnya dengan serius.
2012–2017
Sekretaris Negara Urusan Parlemen
Memastikan komunikasi antara eksekutif dan legislatif tidak tersumbat di masa-masa ketika institusi negara masih sangat muda. Pekerjaan yang tidak glamor, namun tanpanya banyak hal tidak akan berjalan.
2017
Presiden Kelompok Nasional AP–CPLP
Memimpin delegasi parlemen ke sidang Assembleia Parlamentar da Comunidade dos Países de Língua Portuguesa di Portugal, Mozambik, dan Tanjung Verde — membawa suara Timor-Leste ke komunitas berbahasa Portugis.
2018
Sekretaris Presidium Parlemen Nasional
Terpilih kembali melalui Pemilu 2018, mengemban posisi kepemimpinan parlemen yang lebih tinggi. Di tahun yang sama, terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Timor-Leste.
2020
Sekretaris Liga Persahabatan Parlemen TL & Jepang
Memperkuat hubungan antara dua lembaga legislatif. Fondasi ini kelak terasa sangat relevan ketika ia ditugaskan sebagai Duta Besar di Tokyo lima tahun kemudian.
2023–2028
Wakil Presiden Parlemen Nasional
Puncak dari dua dekade karir legislatif — salah satu posisi pimpinan tertinggi di lembaga perwakilan rakyat — sebelum panggilan yang jauh lebih besar menunggunya di seberang lautan.
Presiden Ramos-Horta melantik Y.M. Dubes Maria Terezinha da Silva Viegas, Agustus 2025

Presiden José Ramos-Horta melantik Y.M. Dubes Maria Terezinha da Silva Viegas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Jepang, 18 Agustus 2025.

Kepemimpinan Dubes Viegas akan semakin mempererat persahabatan abadi antara Timor-Leste dan Jepang. Bangsa kita berbagi ikatan yang ditempa melalui dukungan teguh Jepang — dari infrastruktur vital hingga pengembangan sumber daya manusia.

Presiden J. Ramos-Horta, Pemenang Nobel Perdamaian — 18 Agustus 2025

Timor-Leste resmi menjadi anggota penuh ASEAN ke-11, Oktober 2025

Timor-Leste resmi sebagai anggota penuh ASEAN ke-11 — Oktober 2025

Penugasan Baru

Tokyo
Memanggil

Pada 18 Agustus 2025, Presiden José Ramos-Horta mempercayakan kepadanya mandat tertinggi di bidang diplomasi: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Timor-Leste untuk Jepang. Bukan penghargaan atas jasa masa lalu — melainkan kepercayaan untuk menghadapi momen yang belum pernah ada sebelumnya.

Karena tepat setelah ia tiba di Tokyo, sejarah bergerak. Pada 26 Oktober 2025, Timor-Leste resmi menjadi anggota penuh ASEAN yang ke-11 — mengakhiri dua dekade perjuangan diplomatik yang panjang. Dan di sinilah ia: di barisan terdepan babak baru itu, bertugas di salah satu mitra strategis terpenting kawasan.

Di Tokyo, 2025–2026

Diplomasi yang
Tak Kenal Jeda

Ia tiba di Tokyo bukan untuk menunggu. Dalam hitungan bulan pertama, ia sudah membangun jalur di banyak arah sekaligus — dari meja negosiasi infrastruktur hingga layar webinar mahasiswa, dari ruang Perdana Menteri Jepang hingga taman kekaisaran, dari Amami-Oshima hingga Universitas Gifu. Cara kerjanya tidak jauh berbeda dari cara kerjanya di parlemen dulu: langsung ke inti masalah, tanpa banyak seremonial yang tidak perlu.

Nov 2025
Peringatan Kerjasama di Amami-Oshima
Menghadiri perayaan satu tahun kerja sama di Amami-Oshima bersama Labour Attaché João Mendonça dan Senior Administrative Assistant Misako Nakamura, mempersembahkan kain tradisional Tais kepada para pejabat setempat.
Jan 2026
Forum Duta Besar Perempuan & PM Takaichi
Hadir dalam pertemuan eksklusif Kelompok Duta Besar Perempuan bersama Perdana Menteri Sanae Takaichi. Perempuan dari Laclubar itu duduk setara dengan diplomat dari negara-negara terbesar di planet ini.
Feb 2026
Penandatanganan Kontrak Bandara — TOA Corporation
Mendampingi penandatanganan kontrak bersejarah antara Pemerintah Timor-Leste dan TOA Corporation Jepang untuk terminal penumpang baru Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato — infrastruktur kunci menjelang KTT ASEAN 2029.
Mar 2026
Kunjungan Kehormatan Direktur UNDP Tokyo
Menerima courtesy call dari Ms. Hideko Hadzialic, Direktur UNDP Tokyo — membuka jalur kerja sama pembangunan multilateral yang lebih erat antara Timor-Leste dan komunitas internasional di Jepang.
Apr 2026
Upacara Kenegaraan di Taman Istana Kekaisaran
Hadir dalam upacara resmi di Taman Imperial Tokyo — momen yang menegaskan bahwa Timor-Leste kini bukan lagi tamu di komunitas diplomatik Jepang, melainkan bagian tetapnya.
Mei 2026
Koordinasi Mahasiswa TL di Universitas Gifu
Bertemu langsung melalui Zoom dengan Prof. Dr. Hidekazu Fukui untuk membahas kondisi dan kebutuhan mahasiswa Timor-Leste penerima beasiswa JASSO di Gifu University. Tidak ada generasi penerus yang boleh luput dari perhatian.
Jun 2026
Menerima Anggota Parlemen Jepang Yousuke Kon
Kedutaan menerima kunjungan kehormatan Mr. Yousuke Kon dari Partai Demokrat Liberal — memperdalam hubungan parlemen-ke-parlemen yang menjadi salah satu warisan konkret karir legislatifnya.
Jun 2026
Webinar AETJ — Pertukaran Akademik Mahasiswa
Bergabung dalam webinar bulanan Asosiasaun Estudante Timoroan iha Japaun (AETJ) bertema pertukaran akademik riset, inovasi, dan pembangunan. Ia hadir bukan sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai bagian dari komunitas itu sendiri.
2002 Hubungan Diplomatik
TL–Jepang Terjalin
11 Anggota Penuh ASEAN
Oktober 2025
2029 TL Tuan Rumah
KTT ASEAN
Periode Parlemen
Berturut-turut
Dubes Viegas mempersembahkan Tais kepada pejabat Amami-Oshima, November 2025

Kerjasama Amami-Oshima, Nov 2025

Kunjungan Anggota DPR Jepang Yousuke Kon ke Kedutaan, Juni 2026

Kunjungan DPR Jepang Yousuke Kon, Jun 2026

Webinar AETJ — Pertukaran Akademik Mahasiswa Timor-Leste di Jepang, Juni 2026

Webinar AETJ, Jun 2026

Penandatanganan kontrak Bandara Internasional Dili dengan TOA Corporation Jepang, Februari 2026

20 Februari 2026 — Y.M. Dubes Viegas menyaksikan penandatanganan kontrak Terminal Penumpang Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato antara Kementerian Transportasi Timor-Leste dan TOA Corporation, Tokyo.

Penutup

Dari Ladang
ke Panggung Dunia

Yang membedakan Maria Terezinha dari banyak diplomat bukan jabatan yang ia sandang, melainkan jarak yang ia jaga — atau tepatnya, yang tidak pernah ia jaga. Ia tidak membangun tembok antara dirinya dan orang-orang yang ia wakili. Ketika mendampingi penandatanganan kontrak infrastruktur strategis, ia bicara tentang standar dan tenggat. Ketika bertemu mahasiswa yang jauh dari keluarga, ia mendengarkan. Ketika berdiri di forum diplomatik perempuan bersama Perdana Menteri Jepang, ia membawa serta cerita sebuah bangsa kecil yang tidak mau dipandang kecil.

Perjalanannya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsanya sendiri. Ia lahir di bawah pendudukan. Ia berjuang ketika kemerdekaan masih impian. Ia membangun ketika impian itu menjadi kenyataan. Dan kini, ia ada di Tokyo — bukan di pinggiran sejarah, melainkan tepat di tengahnya. Timor-Leste baru saja masuk ASEAN. KTT regional 2029 akan diselenggarakan di tanah airnya. Dan ia adalah wajah yang dibawa bangsanya ke salah satu mitra paling strategis di kawasan.

Dari Orlalan ke Dili, dari Dili ke Tokyo — perjalanan itu bukan soal ambisi pribadi. Itu soal arah. Dan Maria Terezinha da Silva Viegas, sejak lama, sudah tahu ke mana ia melangkah.

🇹🇱   🤝   🇯🇵

Dari Laclubar ke Tokyo — satu perjalanan, satu pengabdian, satu bangsa yang tidak pernah berhenti bergerak maju.

Kedutaan Besar Republik Demokratik Timor-Leste — Tokyo, Jepang • 2026

Biografi ini disusun berdasarkan sumber-sumber resmi: rilis Kepresidenan Republik Demokratik Timor-Leste (presidenciarepublica.tl), situs resmi Kedutaan Besar Timor-Leste di Tokyo (tl-embassytokyo.org), Kantor Perdana Menteri Jepang (kantei.go.jp), Kementerian Luar Negeri Jepang (mofa.go.jp), Pemerintah Timor-Leste (timor-leste.gov.tl), serta Facebook resmi Kedutaan Besar. Seluruh foto dari arsip resmi Kedutaan Besar, Kepresidenan, dan Kantei Jepang. — Kedutaan Besar Republik Demokratik Timor-Leste, Tokyo, Jepang · 2026.