Perjalanan seorang pegawai negeri golongan terendah menjadi Gubernur Jambi dua periode
Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang oleh masyarakat Jambi akrab disapa "Wo Haris", adalah Gubernur Provinsi Jambi yang menjabat sejak 7 Juli 2021 dan kembali dipercaya publik untuk periode 2025–2030 setelah kemenangannya pada Pilkada Jambi 2024. Ia lahir di Desa Sekancing, Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, pada 23 November 1973. Sebelum menjadi gubernur, Al Haris lebih dulu dikenal sebagai Bupati Merangin selama dua periode berturut-turut. Oleh Lembaga Adat Melayu Jambi, ia dianugerahi gelar adat Datuk Mangkubumi Setio Alam, sebuah penghormatan yang mencerminkan kedekatannya dengan akar budaya daerah yang ia pimpin. Di tingkat nasional, ia juga tercatat pernah dipercaya memimpin Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) sebagai Ketua Umum periode 2023–2025, setelah sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum organisasi yang sama.
Al Haris adalah anak pertama dari lima bersaudara pasangan Syargawi dan Zuriah, petani karet di Desa Sekancing. Masa kecilnya jauh dari kemewahan. Sebelum berangkat sekolah, ia terbiasa membantu ayahnya menyadap getah karet di kebun, sebuah rutinitas yang menempanya mengenal kerja keras sejak usia belia. Ketika hendak melanjutkan ke jenjang SMA, sang ayah bahkan harus menjual sebidang tanah demi membiayai pendaftaran dan perlengkapan sekolah anaknya. Karena pendaftaran di sekolah negeri sudah tutup, Al Haris terpaksa bersekolah di sekolah swasta, sembari menyambung hidup dengan bekerja sebagai loper koran.
Rangkaian kerja serabutan itu tidak berhenti di bangku sekolah. Sesaat setelah lulus SMA pada 1991, ia sempat bekerja sebagai montir ganti oli di sebuah toko onderdil di Bangko, tinggal dan makan di toko tempatnya bekerja karena tidak punya tempat tinggal lain. Ia juga pernah merantau ke Kuala Tungkal untuk melamar kerja di sebuah pabrik pengolahan ubur-ubur, sebelum akhirnya memutuskan pengalaman itu tidak menjanjikan masa depan. Di sela-sela masa penantian yang penuh ketidakpastian itu, ia sempat pula berjualan martabak di Pasar Bawah Kota Jambi bersama dua pedagang yang mengajarinya meracik adonan hingga menggoreng, sebelum akhirnya nasib membawanya ke pintu birokrasi. Kisah kerja keras masa muda ini banyak dikisahkan ulang oleh media Jambi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Dalam perjalanan itu pula, ia menjadi anak angkat dari Hasan Basri Agus, tokoh yang kelak menjabat Gubernur Jambi periode 2010–2015, sebuah hubungan yang turut mewarnai jalan hidupnya di dunia pemerintahan Jambi.
Pendidikan dasar Al Haris ditempuh di SD Negeri No. 176/II Sumber Jaya, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, dan tamat pada 1985. Ia melanjutkan ke SMP Swasta PGRI Sekancing hingga lulus pada 1988, lalu menempuh pendidikan menengah atas di SMA Swasta Dharma Bhakti Bangko dan lulus pada 1991. Jenjang pendidikan tingginya ditempuh secara berjenjang sembari terus berkarier sebagai aparatur sipil negara: diploma di Akademi Sekretaris dan Manajemen (ASM) Jambi, sarjana Ilmu Administrasi di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) Bandung melalui program tugas belajar, magister hukum di Universitas Jambi, hingga gelar doktor ilmu pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Rangkaian pendidikan berjenjang ini menegaskan konsistensinya menempuh pendidikan formal sembari menjalankan tugas birokrasi maupun politik.
Pintu masuk Al Haris ke dunia birokrasi datang dengan cara yang tak biasa. Saat mendengar ada lowongan pegawai di Radio Republik Indonesia (RRI) Jambi pada 1992, ia buru-buru memasukkan berkas lamaran meski persyaratan saat itu hanya membuka peluang bagi lulusan SMP. Nekat, ia pun melamar dengan ijazah SMP-nya, bukan ijazah SMA yang baru saja diraihnya, dan diterima. Surat keputusan pengangkatannya baru turun pada Maret 1992, masa penantian yang ia lalui sambil terus mencari cara bertahan hidup di Bangko. Begitu SK-nya terbit, resmilah ia menjadi pegawai negeri sipil Golongan I sebagai staf teknis dengan tugas operator studio di RRI Jambi, titik awal dari perjalanan panjang di pemerintahan, dengan gaji pertama sekitar Rp36.000.
Pada 1998, statusnya dimutasi ke lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, dan tak lama kemudian ia mengikuti tugas belajar jenjang S1 di STIA-LAN Bandung. Sekembalinya dari pendidikan, pada 2001 ia dipindahtugaskan ke Pemerintah Kota Jambi dan dipercaya menduduki jabatan pertamanya sebagai Sekretaris Lurah Selamat, Kecamatan Kota Baru. Kinerjanya membuahkan hasil; antara 2003–2006 ia diangkat menjadi Lurah Selamat dan pernah dinobatkan sebagai lurah terbaik se-Kota Jambi. Kariernya terus menanjak ketika ia dipindahkan ke Kabupaten Sarolangun, mula-mula sebagai Kepala Subbagian Rumah Tangga, kemudian menjadi Kepala Bidang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada 2008. Sebelum terjun ke politik elektoral, ia menjabat Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jambi pada 2011–2013, posisi strategis yang memantapkan pemahamannya terhadap tata kelola pemerintahan di level provinsi, sebelum akhirnya melangkah maju sebagai calon kepala daerah.
Bekal pengalaman birokrasi mengantarkan Al Haris maju sebagai kepala daerah. Pada Pilkada Merangin 2013, ia terpilih sebagai Bupati Merangin berpasangan dengan Abdul Khafidh, dan dilantik pada 6 Agustus 2013 untuk periode 2013–2018. Kepemimpinannya di Kabupaten Merangin dinilai efektif oleh warga, sehingga pada Pilkada 2018 ia kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua, kali ini berpasangan dengan Mashuri. Namun periode kedua itu tidak ia tuntaskan hingga akhir; pada Juli 2021, di tengah masa jabatannya, Al Haris mengundurkan diri sebagai Bupati Merangin setelah terpilih sebagai Gubernur Jambi, dan posisi bupati diteruskan oleh Mashuri hingga masa jabatan berakhir pada 2023. Meski tak dituntaskan sendiri, delapan tahun memimpin Merangin tetap menjadi panggung pembuktian sekaligus batu loncatan yang mengokohkan namanya di kancah politik Provinsi Jambi.
Modal kepercayaan dari Merangin membawa Al Haris melangkah ke panggung yang lebih luas. Menjelang pencalonan, pada September 2020 ia mengundurkan diri dari Partai Golkar, kendaraan politik yang membawanya memenangi dua kali Pilkada Merangin, dan berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pilkada serentak Desember 2020, ia maju sebagai calon Gubernur Jambi berpasangan dengan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., tokoh yang dikenal sebagai ulama, guru mengaji, dosen, sekaligus mantan Wali Kota Jambi. Pasangan ini mengusung visi "Jambi Mantap" — akronim dari Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional — yang kelak menjadi payung seluruh program pembangunan mereka. Pasangan ini akhirnya dinyatakan sebagai pemenang setelah melalui proses pemungutan suara ulang (PSU) akibat sengketa hasil, dan dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Juli 2021 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.
Empat tahun kemudian, pada Pilkada Jambi 2024, Al Haris–Abdullah Sani kembali maju dengan nomor urut 2, didukung koalisi besar berisi empat belas partai politik. Hasilnya meyakinkan: pasangan ini meraih 1.092.823 suara atau 61,01 persen, unggul jauh atas pesaingnya, Romi–Sudirman, yang memperoleh 698.265 suara. Kemenangan itu menjadikan Al Haris sebagai Gubernur Jambi pertama yang terpilih untuk dua periode berturut-turut melalui pemilihan langsung. Pada 9 Januari 2025, keduanya menerima Surat Keputusan penetapan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi terpilih dalam rapat pleno KPU Provinsi Jambi di Ratu Convention Center, sebelum akhirnya dilantik untuk periode 2025–2030 di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, bersamaan dengan pelantikan serentak 961 kepala daerah se-Indonesia.
Gaya kepemimpinan Al Haris banyak dibentuk oleh pengalamannya menapaki hampir seluruh jenjang birokrasi, dari pegawai golongan terendah hingga kepala daerah. Latar belakang itu membuatnya dikenal memahami persoalan teknis pemerintahan secara langsung, bukan sekadar dari laporan di atas kertas. Dalam berbagai forum evaluasi pembangunan, ia kerap memimpin sendiri rapat lintas dinas untuk meninjau capaian program dan meminta setiap kepala perangkat daerah menyampaikan kendala secara terbuka, sebuah pendekatan yang menempatkan koordinasi dan akuntabilitas sebagai inti tata kelola pemerintahannya. Kepercayaan lintas daerah terhadap kapasitasnya juga tercermin dari perannya di tingkat nasional sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2023–2025, forum yang menghimpun para gubernur se-Indonesia untuk menyuarakan kepentingan daerah kepada pemerintah pusat. Perjalanan panjang sebagai ASN, lurah, kepala bidang, hingga kepala biro membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang detail dan terbiasa turun langsung memantau pelaksanaan program di lapangan, bukan hanya menerima laporan dari balik meja. Ia juga menekankan sinergi antarperangkat daerah, dengan meminta setiap organisasi perangkat daerah melaporkan capaian secara terbuka dan menawarkan solusi konkret atas kendala yang ditemui, alih-alih sekadar mencatat hambatan.
Arah pembangunan yang diusung Al Haris berpijak pada gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi Jambi harus dirasakan langsung oleh masyarakat kebanyakan, bukan hanya terlihat di atas kertas. Sejak periode pertama hingga kini periode kedua (dikenal sebagai "Jambi Mantap Jilid II"), visi ini dirangkum dalam akronim Jambi Mantap — Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional — yang menjadi payung bagi seluruh program kerja pemerintahannya. Penurunan kemiskinan dan pengangguran ia posisikan sebagai fondasi, disertai penguatan sektor unggulan seperti pariwisata dan kebudayaan sebagai aset berkelanjutan yang, berbeda dari tambang, tidak akan pernah habis. Seluruh arah kebijakan ini dituangkan secara resmi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi, yang menjadi rujukan program kerja pemerintahannya dari tahun ke tahun.
Setiap program di atas dijabarkan setiap tahun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi. Al Haris kerap menegaskan bahwa penurunan kemiskinan dan pengangguran saling berkelindan: begitu angka kemiskinan turun, tingkat pengangguran biasanya ikut melandai, sehingga kedua isu itu ia tangani sebagai satu paket kebijakan yang saling menopang, bukan program yang berjalan sendiri-sendiri. Komitmen memperkuat UMKM ini ia sampaikan langsung di hadapan pelaku usaha pada Jambi Business Matching Forum 2026, di mana penguatan UMKM ia tempatkan sebagai salah satu pilar utama ketahanan ekonomi daerah.
Di sektor konektivitas dan infrastruktur, salah satu proyek strategis yang paling ia kawal langsung adalah Jalan Khusus Batu Bara sepanjang sekitar 340 kilometer yang mulai dibangun sejak Oktober 2022, dengan tujuan memindahkan lalu lintas truk tambang dari jalan umum ke jalur khusus demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Hingga pertengahan 2026 progres pembangunannya telah mencapai kisaran 86–90 persen. Sebagai solusi jangka panjang, Al Haris turut mendorong rencana pembangunan jalur kereta api khusus batu bara rute Bungo–Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking, yang ia bahas langsung bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada Mei 2026 dan diharapkan terintegrasi dengan jaringan Trans Sumatera.
Di sisi konservasi dan pariwisata, capaian penting periode pertamanya adalah keberhasilan Geopark Merangin meraih status UNESCO Global Geopark pada 24 Mei 2023, yang menempatkan Jambi di peta warisan geologi dunia. Memasuki 2026, status ini memasuki proses revalidasi oleh tim UNESCO yang dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada Agustus 2026; menjelang penilaian tersebut, Al Haris secara terbuka mendesak penghentian aktivitas tambang emas ilegal di kawasan geopark demi mempertahankan pengakuan internasional itu.
Reformasi tata kelola pemerintahan turut ditandai dengan naiknya predikat Reformasi Birokrasi Provinsi Jambi dari B pada 2023 menjadi BB pada 2024, didukung digitalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah serta sistem pengelolaan aset SIMBADA. Dari sisi fiskal, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD tercatat 43,03 persen pada 2025 dan ditargetkan naik menjadi 51,76 persen pada 2026 sebagai bagian dari penguatan kemandirian fiskal daerah.
Selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jambi juga rutin menggelar evaluasi triwulanan untuk memastikan realisasi fisik dan penyerapan anggaran program pembangunan berjalan sesuai target RPJMD dan APBD. Pada Rabu (8/7/2026), Al Haris memimpin langsung Rapat Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, mendesak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang masih tertinggal dari target.
Akuntabilitas kinerja pemerintahannya juga ditegaskan lewat penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Kantor Gubernur Jambi, dokumen yang mengikat setiap kepala perangkat daerah pada target kinerja yang telah disepakati sejak awal tahun anggaran. Komitmen serupa juga tampak dalam pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026 senilai Rp3,7 triliun, yang disetujui bersama DPRD Provinsi Jambi dalam rapat paripurna.
Di sisi kesejahteraan pekerja, pemerintah provinsi di bawah Al Haris memberikan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada puluhan perusahaan yang berhasil mencapai predikat zero accident, sebagai bentuk dorongan agar keselamatan pekerja menjadi prioritas dunia usaha di Jambi. Kepedulian sosial pemerintahannya juga tampak dalam respons kebencanaan, di antaranya pengiriman puluhan truk bantuan logistik dan donasi senilai miliaran rupiah bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Komitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah turut ia perkuat lewat sinergi dengan Bank Indonesia, salah satunya dengan menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi di Swiss-Belhotel Jambi, sebagai penegasan komitmen bersama mengendalikan inflasi daerah.
Perhatian pemerintahannya turut merambah pembinaan generasi muda melalui olahraga. Pada Selasa (14/1/2026), Al Haris membuka secara resmi turnamen Gubernur Cup Provinsi Jambi 2026 di Stadion Swarnabhumi Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, ajang yang ia harapkan dapat menjaring bibit atlet berbakat dari seluruh kabupaten/kota di Jambi. Turnamen ini ia tutup langsung dua minggu kemudian, Minggu (25/1/2026), di lokasi yang sama.
Jejak prestasi Al Haris terentang sejak masa kepemimpinannya di Merangin hingga kini di kursi Gubernur Jambi. Sebagai Bupati, ia sempat tercatat sebagai kepala daerah pertama di Indonesia yang menerima Lencana Bintang Astha Hannas dari Lembaga Pendidikan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, penghargaan yang diberikan atas kontribusinya membina mental dan karakter aparaturnya. Memasuki periode kedua sebagai Gubernur, capaian itu berlanjut ke skala nasional: Provinsi Jambi tercatat sebagai salah satu daerah yang mendapat apresiasi kinerja dari pemerintah pusat atas kebijakannya mendorong pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya juga tercermin dari kepercayaan sesama kepala daerah yang memilihnya sebagai Ketua Umum APPSI, forum tertinggi para gubernur se-Indonesia, periode 2023–2025.
Dukungan elektoral yang diraih Al Haris pada Pilkada 2024, dengan selisih suara yang lebar atas pesaingnya, mencerminkan tingkat kepercayaan publik Jambi yang tinggi terhadap kepemimpinannya selama periode pertama. Sejumlah tokoh lintas latar belakang, termasuk kalangan pemerintah pusat yang menyerahkan berbagai penghargaan kinerja daerah kepadanya, turut menempatkan Provinsi Jambi sebagai salah satu daerah dengan capaian tata kelola yang diperhitungkan secara nasional.
Dalam kehidupan rumah tangga, Al Haris menikah dengan Hj. Hesnidar Haris, S.E., yang akrab disapa Hesti Haris. Sejak Februari 2025, Hesnidar resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi periode 2025–2030, peran yang membuatnya kerap tampil di berbagai program pemberdayaan keluarga dan sosial keagamaan di seluruh kabupaten/kota Jambi. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Esi Risdianti, M. Rivaldi, dan Nabila Ani Arifah. Kehidupan keluarganya yang bersahaja, berakar dari masa kecil yang penuh keterbatasan, kerap disebut sebagai salah satu faktor yang membuatnya dianggap dekat dengan denyut kehidupan masyarakat kebanyakan.
Dari kebun karet di Sekancing hingga mimbar Istana Negara, jalan yang ditempuh Al Haris adalah pengingat bahwa kepemimpinan sejati sering kali lahir bukan dari kemudahan, melainkan dari ketekunan yang dijalani setapak demi setapak. Bagi Jambi, kisahnya bukan sekadar biografi seorang pejabat, melainkan cermin bahwa daerah ini bisa dipimpin oleh anak kandungnya sendiri, yang tahu betul dari mana ia berasal, dan ke mana ia ingin membawa tanah kelahirannya.
Jelajahi profil pemimpin daerah lain, atau bagikan kisah Al Haris ini kepada rekan Anda.
Disusun dari rangkaian pemberitaan media nasional dan daerah, dokumen resmi pemerintah, serta data LHKPN dan KPU yang dipublikasikan hingga pertengahan 2026. Terakhir diverifikasi silang dengan sumber independen (Wikipedia, Tempo, Antara, Kompas.id, situs resmi Pemprov Jambi dan KPU Jambi) pada Juli 2026.