Ahsanta Web

Tokyo

Bersama dubes Timor Leste untuk Jepang

From Dili to Tokyo: a long-awaited reunion, a mission finally accomplished.

🇮🇩 🇯🇵 🇬🇧 Dari Dili ke Tokyo: Pertemuan yang Tertunda dan Misi Diplomatik yang Bermakna Terkadang hidup bekerja dengan caranya sendiri—tenang, perlahan, namun membawa kepastian mutlak. Apa yang berkali-kali kita rencanakan tanpa hasil seringkali menemukan jalannya saat kita paling tidak menduganya. Perjalanan ini adalah salah satu dari momen-momen itu. Semua bermula dari sebuah proyek kecil […]

From Dili to Tokyo: a long-awaited reunion, a mission finally accomplished. Read More »

Ahsantany dan Akrim Said tersenyum setelah wawancara di depan arsitektur megah Masjid Tokyo Camii, Jepang.

Lelaki Bone di Pelataran Tokyo Camii

Sebuah perjalanan sering kali menyimpan kejutan terbaiknya justru di menit-menit terakhir. Siang itu, Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 13.00 waktu Tokyo, langkah saya tertuju ke Masjid Tokyo Camii. Sebelum bergegas menuju Bandara Haneda untuk kembali ke Jakarta, saya berniat menunaikan salat Zuhur terakhir di sana, sekaligus berpamitan dengan salah satu sudut paling damai di

Lelaki Bone di Pelataran Tokyo Camii Read More »

Dari Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda, Misi yang Akhirnya Tuntas

Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda dan Misi Diplomasi Penuh Makna Kadang hidup bekerja dengan caranya sendiri—tenang, pelan, tapi pasti. Apa yang kita rencanakan berkali-kali tak kunjung terjadi, justru menemukan jalannya di waktu yang tak disangka. Perjalanan ini adalah salah satunya. Berawal dari pekerjaan yang saya cicil sejak akhir Desember, langkah kecil itu perlahan membawa

Dari Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda, Misi yang Akhirnya Tuntas Read More »

Saksi Hidup Masjid Indonesia Tokyo: Kisah Pak Susiono di Meguro

Dua Dekade Pak Susiono Merawat Rindu di Tokyo: Sebuah Catatan Perjalanan

TOKYO – Sosok Pak Susiono, seorang jemaah yang telah bermukim lebih dari 24 tahun di Jepang, menjadi saksi hidup perjalanan panjang Masjid Indonesia Tokyo (MIT). Melalui wawancara ba’da Subuh pada Senin pagi, 20 April 2026, terungkap bagaimana dedikasi beliau sebagai jemaah setia telah menyertai transformasi komunitas Muslim Indonesia di Meguro dari masa ke masa. Jembatan

Dua Dekade Pak Susiono Merawat Rindu di Tokyo: Sebuah Catatan Perjalanan Read More »

lmond Hostel & Café dengan kamar kapsul, kamar mandi bersama, lorong tenang, dan fasilitas sederhana yang bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

Almond Hostel Tokyo: Sederhana, Sat-Set, dan “Pas” di Hati

Selama di Jepang kemarin, saya sempat berganti-ganti suasana. Perjalanan saya bermula dengan agenda yang paling istimewa: menginap di Ryumeikan, Sawatari Gunma (15–19 April). Setelah puas dimanjakan ketenangan di sana, saya sempat transit semalam di Meguro Midori Hotel, sebelum akhirnya menetap di Almond Hostel & Café dari tanggal 20 sampai 22 April. Kalau boleh jujur, setelah

Almond Hostel Tokyo: Sederhana, Sat-Set, dan “Pas” di Hati Read More »

Penulis sedang membuat konten di Almond Cafe & Hostel Tokyo sambil menikmati Pop Mie Sedaap dan coffee latte di meja kerja dengan suasana santai

Pagi di Tokyo: Dari Tokyo Camii ke Yoyogi Park, Menemukan Jeda di Tengah Kota

Yoyogi Park, Tokyo. 21 April 2026. Pagi itu, saya melangkah keluar dari kawasan Tokyo Camii saat kota masih terlelap dalam remang. Alih-alih langsung kembali ke penginapan, saya memutuskan untuk berjalan kaki, membiarkan langkah menuntun tanpa terburu-buru. Udara terasa dingin menusuk, namun suasananya begitu tenang. Wajah Tokyo yang biasanya sibuk dan hingar-bingar mendadak terasa jauh lebih

Pagi di Tokyo: Dari Tokyo Camii ke Yoyogi Park, Menemukan Jeda di Tengah Kota Read More »