Ahsanta Web

Ahsantaweb

Gado-Gado Betawie Mak Sani: Enak, Nagih & Cuma 19 Ribu di Tangsel

GADO-GADO BETAWIE MAK SANI: GURIHNYA PAS, HARGANYA JUARA

Sering kali kita kejauhan nyari makanan enak, padahal yang paling bikin puas justru yang sederhana dan dekat rumah. Itulah yang saya rasakan di Gado-gado Betawie Mak Sani. Sempat terlupa selama beberapa tahun karena banyaknya pilihan makanan lain, kemarin saya memutuskan mampir lagi ke sini, di Jl. Cendrawasih Raya No. 38. Hasilnya? Saya sampai balik lagi […]

GADO-GADO BETAWIE MAK SANI: GURIHNYA PAS, HARGANYA JUARA Read More »

Ahsantany dan Akrim Said tersenyum setelah wawancara di depan arsitektur megah Masjid Tokyo Camii, Jepang.

Lelaki Bone di Pelataran Tokyo Camii

Sebuah perjalanan sering kali menyimpan kejutan terbaiknya justru di menit-menit terakhir. Siang itu, Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 13.00 waktu Tokyo, langkah saya tertuju ke Masjid Tokyo Camii. Sebelum bergegas menuju Bandara Haneda untuk kembali ke Jakarta, saya berniat menunaikan salat Zuhur terakhir di sana, sekaligus berpamitan dengan salah satu sudut paling damai di

Lelaki Bone di Pelataran Tokyo Camii Read More »

99 Jurusan Kuliah Dihapus Permanen di China, Gelar Sarjana Masih Sakti?

Gelombang Penghapusan 99 Jurusan Kuliah: Apakah Gelar Sarjana Masih Sakti?

Pernahkah terbayang, menghabiskan waktu empat tahun, biaya puluhan juta, dan ribuan jam studi, hanya untuk mendapati bahwa keterampilan kita kini bisa dikerjakan mesin dalam hitungan detik? Fenomena ini bukan sekadar ketakutan tanpa dasar. Baru-baru ini, China mengambil langkah radikal dengan menghapus secara permanen 99 jurusan kuliah di kampus-kampus negerinya karena lulusannya tidak lagi terserap oleh

Gelombang Penghapusan 99 Jurusan Kuliah: Apakah Gelar Sarjana Masih Sakti? Read More »

Bersama dubes Timor Leste untuk Jepang

Not Just a Meeting: When Trust, Timing, and Purpose Finally Converge

Sometimes life works in its own way—quietly, slowly, yet with certainty. The plans we carefully arrange don’t always unfold as expected. And yet, somehow, they find their way at the right moment, in ways we could never have predicted. This journey was one of those moments. It began with a piece of work I had

Not Just a Meeting: When Trust, Timing, and Purpose Finally Converge Read More »

Dari Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda, Misi yang Akhirnya Tuntas

Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda dan Misi Diplomasi Penuh Makna Kadang hidup bekerja dengan caranya sendiri—tenang, pelan, tapi pasti. Apa yang kita rencanakan berkali-kali tak kunjung terjadi, justru menemukan jalannya di waktu yang tak disangka. Perjalanan ini adalah salah satunya. Berawal dari pekerjaan yang saya cicil sejak akhir Desember, langkah kecil itu perlahan membawa

Dari Dili ke Tokyo: Reuni yang Tertunda, Misi yang Akhirnya Tuntas Read More »

Mas, Saya Orang Indonesia: Kisah Sensei Aikido Berdakwah di Jepang

Wali Songo di Negeri Sakura: Dakwah Rasa Muhammad Al-Hakim

“Mas, saya orang Indonesia.” Kalimat itu meluncur spontan tepat saat saya sudah bersiap menyapa beliau dengan bahasa Inggris. Jujur saja, melihat perawakannya di pelataran Masjid Camii Tokyo hari itu, saya mengira beliau adalah warga lokal atau keturunan Turki. Namun, jawaban dalam bahasa ibu itu seketika mencairkan suasana dan menjadi awal dari diskusi yang memberikan jawaban

Wali Songo di Negeri Sakura: Dakwah Rasa Muhammad Al-Hakim Read More »

Saksi Hidup Masjid Indonesia Tokyo: Kisah Pak Susiono di Meguro

Dua Dekade Pak Susiono Merawat Rindu di Tokyo: Sebuah Catatan Perjalanan

TOKYO – Sosok Pak Susiono, seorang jemaah yang telah bermukim lebih dari 24 tahun di Jepang, menjadi saksi hidup perjalanan panjang Masjid Indonesia Tokyo (MIT). Melalui wawancara ba’da Subuh pada Senin pagi, 20 April 2026, terungkap bagaimana dedikasi beliau sebagai jemaah setia telah menyertai transformasi komunitas Muslim Indonesia di Meguro dari masa ke masa. Jembatan

Dua Dekade Pak Susiono Merawat Rindu di Tokyo: Sebuah Catatan Perjalanan Read More »

uduk mengobrol santai dan mewawancarai Toto Kaneda Rich di sebuah kafe di Bandara Haneda, Tokyo, sebelum penerbangan pulang ke Jakarta

Kisah Toto Kaneda Rich: Dari Modal Sejuta Rupiah Hingga Jadi Manajer Housekeeping Pertama di Jepang

Ada satu momen yang sangat membekas bagi saya sewaktu kunjungan ke Jepang kemarin: sebuah pertemuan singkat dengan Toto Kaneda Rich di Terminal 3 Bandara Haneda. Sebenarnya, sejak awal saya berniat menyambangi Yokohama tempat ia bermukim. Namun, padatnya jadwal membuat rencana itu nyaris luput. Luar biasanya, justru Toto yang berinisiatif menyusul saya ke bandara begitu jam

Kisah Toto Kaneda Rich: Dari Modal Sejuta Rupiah Hingga Jadi Manajer Housekeeping Pertama di Jepang Read More »

lmond Hostel & Café dengan kamar kapsul, kamar mandi bersama, lorong tenang, dan fasilitas sederhana yang bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

Almond Hostel Tokyo: Sederhana, Sat-Set, dan “Pas” di Hati

Selama di Jepang kemarin, saya sempat berganti-ganti suasana. Perjalanan saya bermula dengan agenda yang paling istimewa: menginap di Ryumeikan, Sawatari Gunma (15–19 April). Setelah puas dimanjakan ketenangan di sana, saya sempat transit semalam di Meguro Midori Hotel, sebelum akhirnya menetap di Almond Hostel & Café dari tanggal 20 sampai 22 April. Kalau boleh jujur, setelah

Almond Hostel Tokyo: Sederhana, Sat-Set, dan “Pas” di Hati Read More »

Sesaat selepas isha di Massjid Camii Tokyo, sebelum berpisah kami sempatkan foto bersama

LABIRIN TOKYO DAN BAHASA KALBU: HIKMAH DI BALIK TERSESAT DAN KEPEDULIAN DI LUAR NALAR

Catatan Perjalanan · 15–24 April 2026 Antara Sunyi Gunma& Riuh Shibuya Sebuah perjalanan tentang kepedulian, integritas, dan pulang membawa hati yang penuh pelajaran. Perjalanan di Jepang kali ini rasanya menjadi rangkaian kontras yang luar biasa bagi diri saya. Semua bermula pada 15 April 2026, saat kaki ini mendarat di Haneda. Jujur saja, awalnya saya sempat

LABIRIN TOKYO DAN BAHASA KALBU: HIKMAH DI BALIK TERSESAT DAN KEPEDULIAN DI LUAR NALAR Read More »