Ahsanta Web

Kisah Toto Kaneda Rich: Dari Modal Sejuta Rupiah Hingga Jadi Manajer Housekeeping Indonesia Pertama di Jepang

Ada satu momen yang sangat membekas bagi saya sewaktu kunjungan ke Jepang kemarin: sebuah pertemuan singkat dengan Toto Kaneda Rich di Terminal 3 Bandara Haneda.

uduk mengobrol santai dan mewawancarai Toto Kaneda Rich di sebuah kafe di Bandara Haneda, Tokyo, sebelum penerbangan pulang ke Jakarta

Sebenarnya, sejak awal saya berniat menyambangi Yokohama tempat ia bermukim. Namun, padatnya jadwal membuat rencana itu nyaris luput. Luar biasanya, justru Toto yang berinisiatif menyusul saya ke bandara begitu jam kerjanya usai. Sekitar pukul 18.00, kami duduk mengobrol santai. Sebuah wawancara singkat yang dilakukan hanya beberapa jam sebelum saya terbang kembali ke Jakarta, namun meninggalkan impresi mendalam tentang sebuah ketangguhan yang melampaui angka usia.

Membungkam Cibiran dengan Pembuktian

Toto bukan pendatang baru yang sekadar ikut-ikutan tren. Ia adalah veteran yang sudah mengenal Jepang sejak program magang (Kenshuusei) pada tahun 1995 hingga 1997. Maka, ketika pemerintah Jepang merilis visa Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) pada 2019, Toto adalah orang pertama yang menangkap peluang tersebut.

Toto Rajian ikut kegiatan keahlian khusus

“Sejak Juni 2019 visa itu keluar, Agustus saya sudah ikut seminar di Jakarta,” kenangnya.

Namun, jalan itu tidak langsung mulus. Di usia 46 tahun saat itu, langkahnya dianggap lelucon.

“Saya sempat diketawakan, katanya usia segitu mending urus cucu saja. Tapi cibiran itu justru jadi bahan bakar saya untuk membuktikan bahwa usia hanyalah angka,” ujar Toto dengan senyum tipis yang sarat kemenangan.

Integritas di Tengah Badai Penipuan

Sebelum benar-benar menginjakkan kaki kembali di Jepang, Toto memilih menjadi jalan bagi orang lain. Ia membangun komunitas lewat grup WhatsApp, mengajar persiapan ujian SSW Pengolahan Makanan secara mandiri, hingga berhasil meluluskan lebih dari 200 orang—termasuk peserta yang sudah berusia 55 tahun.

Akhir 2019 mulai mengajar SSW Pengolahan Makanan, awal 2020 kopdar pertama di Universitas Gunadarma—lebih dari 200 orang lulus.

Akhir 2019 mulai mengajar SSW Pengolahan Makanan, awal 2020 kopdar pertama di Universitas Gunadarma—lebih dari 200 orang lulus.

Namun, integritasnya diuji hebat. Ia sempat terseret kasus penipuan oknum yang membawa lari uang titipan para calon pekerja senilai Rp200 juta.

Setelah sempat tertipu 😀, saya mengikuti ujian SSW Build Cleaning pertama di Indonesia pada November 2021 (ujian tulis dan praktik), dan berhasil lulus. Selanjutnya, saya menjalani proses ke Jepang dengan bekal sertifikat SSW Build Cleaning serta sertifikat bahasa Jepang JFT.

Setelah sempat tertipu 😀, saya mengikuti ujian SSW Build Cleaning pertama di Indonesia pada November 2021 (ujian tulis dan praktik), dan berhasil lulus. Selanjutnya, saya menjalani proses ke Jepang dengan bekal sertifikat SSW Build Cleaning serta sertifikat bahasa Jepang JFT.

Meski ia sendiri adalah korban, beban moral karena telah mengenalkan sosok tersebut membuatnya berupaya keras mengganti kerugian tersebut. Cobaan ini membuatnya harus berangkat ke Jepang pada Juli 2022 dalam kondisi finansial yang benar-benar “nol” dan tekanan mental yang luar biasa.

Modal Nekat 10.000 Yen dan Karier yang Melesat

Di usia 50 tahun, Toto mendarat kembali di Negeri Sakura dengan modal finansial yang sangat nekat: hanya 10.000 Yen di kantongnya. Namun, ia membawa aset yang jauh lebih berharga: kejujuran dan kepandaian bergaul. Menariknya, rekan-rekan yang dulu ia bantu berangkat justru berbalik memberikan dukungan saat ia memulai hidup dari bawah.

Nekat ke Jepang dengan 10 ribu

Kini, Toto membuktikan kapasitasnya di bidang Building Cleaning. Ia bukan lagi sekadar pembersih kamar hotel biasa; ia telah naik level menjadi Checker (pengawas kualitas) dan bahkan sempat dipercaya menjadi Manajer Housekeeping di hotel-hotel bergengsi di Yokohama dan Fukuoka di bawah grup Ascot.

menjadi manager

Kejujurannya pun memenangkan hati sang Saco (bos perusahaan), yang kini memberinya kepercayaan penuh untuk membantu manajemen rekrutmen tenaga kerja dari Indonesia.

karya terbaik Toto

Toto Raih Banyak penghargaan

Visi Pulang: Menebus Masa Lalu

Bagi Toto, Jepang adalah tempatnya menempa rasa syukur.

“Seberapa pun besarnya gaji, kalau rasa syukurnya kurang, tetap tidak akan cukup,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa kunci bertahan di Jepang adalah loyalitas dan sikap apa adanya.

Menjelang tahun kelimanya, Toto sudah menatap masa depan di tanah air. Ia berencana mendirikan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) khusus bidang housekeeping dan perhotelan. Ia ingin mewariskan “bumbu rahasia” suksesnya kepada generasi muda—sebuah bekal agar mereka bisa berangkat dengan kompetensi matang tanpa harus tersesat atau menjadi korban penipuan seperti yang pernah ia alami.

Pertemuan di Haneda malam itu adalah pengingat bagi saya—dan kita semua—bahwa kegagalan dan usia bukanlah titik henti, melainkan transisi menuju pembuktian yang lebih besar. Toto Kaneda Rich telah membuktikannya. (sty)

https://ahsantaweb.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*