Ahsanta Web

Dua Dekade Pak Susiono Merawat Rindu di Tokyo: Sebuah Catatan Perjalanan

TOKYO – Sosok Pak Susiono, seorang jemaah yang telah bermukim lebih dari 24 tahun di Jepang, menjadi saksi hidup perjalanan panjang Masjid Indonesia Tokyo (MIT). Melalui wawancara ba’da Subuh pada Senin pagi, 20 April 2026, terungkap bagaimana dedikasi beliau sebagai jemaah setia telah menyertai transformasi komunitas Muslim Indonesia di Meguro dari masa ke masa.

Saksi Hidup Masjid Indonesia Tokyo: Kisah Pak Susiono di Meguro

Jembatan Kebaikan dari Masjid Camii

Pertemuan bersejarah ini bermula dari Masjid Camii Tokyo, saat takdir mempertemukan dengan Mas Padlan Husaini. Pemuda asal Lombok yang telah bekerja empat tahun di Jepang ini dikenal konsisten menjaga shalat berjamaah di tengah kerasnya ritme kerja. Dengan penuh ketulusan, Mas Padlan mengantarkan perjalanan hingga ke wilayah Meguro, yang kemudian berlanjut dengan bermalam di hostel terdekat demi mengejar momen fajar di MIT.

Pertemuan sederhana yang penuh makna di Masjid Camii Tokyo bersama Mas Padlan Husaini—pemuda Lombok yang tetap istiqomah menjaga shalat berjamaah di tengah kesibukan kerja di Jepang. Dari sinilah perjalanan menuju Meguro dimulai, mengikat ukhuwah dalam langkah kebaikan.

Pertemuan sederhana yang penuh makna di Masjid Camii Tokyo bersama Mas Padlan Husaini—pemuda Lombok yang tetap istiqomah menjaga shalat berjamaah di tengah kesibukan kerja di Jepang. Dari sinilah perjalanan menuju Meguro dimulai, mengikat ukhuwah dalam langkah kebaikan.

Fajar di Meguro: Rendah Hati di Balik Pengalaman

Saat fajar menyingsing, Pak Susiono menyambut dengan keramahan khas Nusantara yang tak luntur oleh waktu. “Masih baru saya ini, Pak… masih banyak belajar,” ucapnya rendah hati. Kalimat tersebut mencerminkan sikap menapak bumi dari seorang senior yang telah menyaksikan Tokyo berubah wajah sejak era 80-an. Meski bukan pengurus masjid, keterlibatan aktifnya selama dua dekade membuatnya sangat memahami setiap jengkal sejarah perjuangan tempat ibadah ini.

Saksi Perjuangan “Pejuang Subuh”

Pak Susiono

Pak Susiono, sosok rendah hati yang telah lebih dari 24 tahun menetap di Jepang, menjadi saksi hidup perjalanan Masjid Indonesia Tokyo. Dari masa sulit hingga kini berdiri kokoh, beliau tetap setia menjaga iman, ukhuwah, dan identitas di tanah perantauan.

Bagi Pak Susiono, berdiri kokohnya MIT saat ini adalah buah dari kesabaran dan istiqomah yang panjang. Beliau mengenang masa-masa awal di mana komunitas perantau harus berjuang ekstra keras untuk menjaga tali persaudaraan dan kegiatan ibadah tetap berjalan.

“Dulu tempat sujud itu barang mewah, Pak. Kami harus berkeliling cari pinjaman ruangan sekolah hanya supaya bisa berjamaah,” kenangnya dengan tatapan menerawang.

JMS: Diplomasi Meja Makan dan Pelindung Pemuda

Di lingkungan MIT, berkembang semangat JMS (Jemaah Makan Selalu). Di balik istilah jenaka tersebut, tersimpan misi sosial yang mendalam bagi para diaspora. Pak Susiono melihat sendiri bagaimana masjid menjadi tempat perlindungan bagi para pemagang muda Indonesia yang sering kali merasa rindu rumah atau butuh bimbingan di tanah perantauan.

Masjid Indonesia Tokyo

“Di sini, kami pastikan mereka tidak hanya kenyang perutnya, tapi juga tenang hatinya karena merasa punya keluarga baru,” ujarnya singkat.

Menjaga Identitas sebagai Harga Mati

Masjid Indonesia Tokyo

Sebagai penutup obrolan pagi itu, Pak Susiono menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga jati diri. Bagi beliau, sesibuk apa pun mencari nafkah di negeri orang, identitas dan iman adalah pegangan utama yang harus dirawat.

“Kita harus punya pegangan yang kuat. Kalau bukan kita yang menjaga identitas kita sendiri di negeri orang, lalu siapa lagi?” pungkasnya.


Catatan Penulis: Kisah inspiratif Pak Susiono ini baru sempat dirangkum dan dituliskan setibanya kembali di Jakarta. Perjalanan di Negeri Sakura kemarin menyisakan banyak cerita mendalam yang tak cukup dituangkan dalam satu tulisan. Masih ada beberapa profil inspiratif lainnya yang telah dihimpun, yang insya Allah dalam waktu dekat akan segera tayang di ahsantaweb.com. Tetaplah bersama kami. (sty)

 

https://ahsantaweb.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*